Tuesday, December 9, 2014
Our Life Is A Primer - EN
Braised Balsamic Chicken
Ingredients
Directions
- Season both sides of chicken breasts with garlic salt and pepper.
- Heat olive oil in a skillet over medium heat; cook seasoned chicken breasts until chicken is browned, 3 to 4 minutes per side. Add onion; cook and stir until onion is browned, 3 to 4 minutes.
- Pour diced tomatoes and balsamic vinegar over chicken; season with basil, oregano, rosemary and thyme. Simmer until chicken is no longer pink and the juices run clear, about 15 minutes. An instant-read thermometer inserted into the center should read at least 165 degrees F (74 degrees C).
Monday, December 8, 2014
I'm Good
By Bill Crowder
Read: Matthew 19:16-26
[Jesus said,] “Why do you call Me good? No one is good but One, that is, God. But if you want to enter into life, keep the commandments.” —Matthew 19:17
Bible in a Year:
Joshua 10-12
When someone asks, “How are you?” it has become common for the response to be, “I’m good.” When we say this, we are really saying, “I’m well” or “I’m doing fine,” speaking of our general well-being and not our character. I have answered with that response more times than I can count, but lately it has begun to bother me. Because, whether we realize it or not, we are saying something specific when we use the word good.
Jesus once encountered a wealthy young man who called Him “Good Teacher” (Matt. 19:16). The young man was right, for Jesus is both good (completely perfect) and the Teacher. He is the only One who can truly make that claim.
The Lord, however, challenged the man to think about what he was saying in using that term good. “So He said to him, ‘Why do you call Me good? No one is good but One, that is, God. But if you want to enter into life, keep the commandments’” (v.17). Jesus wanted the man to understand that the assertion he was making needed to be taken seriously. Jesus can be called “good” because He is God.
Next time someone asks you, “How are you?” it is great to be able to say, “I’m well.” But remember, only Jesus is good.
Eternal with the Father, One,
Is Jesus Christ, His own dear Son;
In Him God’s fullness we can see,
For Jesus Christ is deity. —D. De Haan
God is great and God is good, but without Him we are neither.
Sunday, December 7, 2014
Dear Our Visitors And Subscriber
Breakfast Burritos II-Recipes
Ingredients
Vegetable cooking spray
2 egg whites
2 whole wheat tortillas
1/4 cup fat-free cheese
1/4 cup rinsed canned beans (such as pinto beans or black beans)
Salsa (to taste)
Directions
1.Spray vegetable cooking spray into a frying pan.
2.Scramble the egg whites in the pan and cook to the desired degree of doneness.
3.Place the cooked eggs on the tortillas.
4.Sprinkle the cheese over the eggs.
5.Place the beans over the cheese and eggs.
6.Roll each tortilla into a wrap.
7.Microwave for 30 seconds.
8.Spoon salsa on top.
Nutritional Facts
CALORIES 282.3 CAL
FAT 3.6 G
SATURATED FAT 1.5 G
CHOLESTEROL 5.9 MG
SODIUM 833.3 MG
CARBOHYDRATES 50.5 G
TOTAL SUGARS 0.9 G
DIETARY FIBER 6.6 G
PROTEIN 23 G
Kualitas Kita - Renungan Pagi
Dalam salah satu edisinya, Tempo menulis tentang beberapa merek dagang asli Indonesia yang tidak kalah dengan merek dagang dari luar negeri. Bahkan banyak di antaranya telah berumur lebih dari 70 tahun. Ambil contoh kecap Bango, jamu Jago, sirop Sarangsari, sirop Tjam Po Lai, dan sabun B29. Mengapa merek dagang tersebut dapat bertahan lama? Karena semua perusahaan itu mempertahankan kualitas produksinya.
Jika dibandingan dengan proses produksi, orang Kristen memiliki kriteria produksi yang unggul. Menurut nas, produsennya kelas wahid, yaitu "Allah sendiri" (ay. 9); tujuan produksinya mulia, yaitu "memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Allah" (ay. 9b); dan bahan bakunya istimewa, yaitu "yang dahulu tidak dikasihi tetapi sekarang beroleh belas kasihan Allah, bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus dan umat kepunyaan Allah sendiri" (ay. 10). Orang Kristen ditetapkan untuk memiliki kualitas hidup yang bermutu, cakap, membuahkan kebajikan, tidak lekang oleh zaman, bertahan sampai akhir, mendatangkan sukacita dan kesejahteran bagi sesama.
Apakah kehidupan kita memancarkan kualitas yang unggul tersebut? Kehidupan yang berkualitas ini bukan untuk disombongkan karena yang mengerjakannya tidak lain Roh Kudus yang berdiam di dalam diri kita. Kualitas yang unggul itu dimaksudkan agar kita dapat menjadi berkat dalam kehidupan ini. Berkat bagi sesama manusia dan juga bagi seluruh ciptaan Tuhan yang lain. Demikianlah kita akan menemukan makna hidup kita.
Beets with Walnuts, Goat Cheese, and Baby Greens-Recipe
6 medium beets (red and golden), about 1 1/2 pounds
1 cup water
8 cups mixed baby salad greens
1 cup loosely packed fresh flat-leaf parsley leaves
1 tablespoon white balsamic vinegar
1/4 teaspoon kosher salt
1/4 teaspoon black pepper
2 tablespoons extra-virgin olive oil
1/2 cup (2 ounces) crumbled goat cheese
1/4 cup coarsely chopped walnuts, toasted
Total: 2 Hours
1. Preheat oven to 375°.
2. Leave root and 1-inch stem on beets; scrub with a brush. Place beets and 1 cup water in a 13 x 9-inch glass or ceramic baking dish; cover tightly with foil. Bake at 375° for 1 hour and 30 minutes or until tender. Cool beets slightly. Trim off roots; rub off skins. Cut beets into wedges; cool completely.
3. Place greens and parsley in a large bowl; toss. Combine vinegar, salt, and pepper, stirring with a whisk. Gradually drizzle in oil, stirring constantly with a whisk. Drizzle dressing over greens mixture; toss gently. Arrange 1 cup salad on each of 8 plates; top evenly with beets. Top each serving with 1 tablespoon cheese and 1 1/2 teaspoons nuts.
Calories 125
Fat 8.2 g
Satfat 2.4 g
Monofat 3.3 g
Polyfat 1.9 g
Protein 4.1 g
Carbohydrate 10.1 g
Fiber 3.1 g
Cholesterol 7 mg
Iron 1.5 mg
Sodium 178 mg
Calcium 63 mg
Saturday, December 6, 2014
Did You Know
Better Than Before
He Never Sleeps
Read: Psalm 121
He will not allow your foot to be moved; He who keeps you will not slumber. —Psalm 121:3
Bible in a year:
1 Samuel 22-24; Luke 12:1-31
Giraffes have the shortest sleep cycle of any mammal. They sleep only between 10 minutes and 2 hours in a 24-hour period and average just 1.9 hours of sleep per day. Seemingly always awake, the giraffe has nothing much in common with most humans in that regard. If we had so little sleep, it would probably mean we had some form of insomnia. But for giraffes, it’s not a sleep disorder that keeps them awake. It’s just the way God has made them.
If you think 1.9 hours a day is not much sleep, consider this fact about the Creator of our tall animal friends: Our heavenly Father never sleeps.
Describing God’s continual concern for us, the psalmist declares, “He who keeps you will not slumber” (Ps. 121:3). In the context of this psalm, the writer makes it clear that God’s sleepless vigilance is for our good. Verse 5 says, “The Lord is your keeper.” God keeps us, protects us, and cares for us—with no need for refreshing. Our Protector is constantly seeking our good. As one song puts it: “He never sleeps, He never slumbers. He watches me both night and day.”
Are you facing difficulties? Turn to the One who never sleeps. Each second of each day, let Him “preserve your going out and your coming in” (v.8).
The Rock of Ages stands secure,
He always will be there;
He watches over all His own
To calm their anxious care. —Keith
The One who upholds the universe will never let you down.
RH
Ada seorang wanita yang membuat roti untuk makanan keluarganya setiap hari.
Wanita ini juga membuat roti ekstra untuk diberikan pada orang lain yg kebetulan melewati rumahnya.
Setiap hari, ada pria bungkuk datang dan mengambil roti itu. Bukannya berterima kasih, pria itu malah selalu berkata, "Perbuatan burukmu akan tetap bersamamu, perbuatan baikmu akan kembali kepadamu."
Hal ini berlangsung secara terus-menerus. Wanita itu merasa sebal.
Suatu hari, tiba-tiba timbul niatnya untuk membuat roti dengan racun didalamnya untuk pria itu.
Tetapi, ketika akan meletakkannya di jendela, dia gemetar dan tersadar. "Apa yang telah aku lakukan?" katanya.
Roti itu akhirnya dibakar habis dan diganti dengan roti biasa.
Malam itu, pintu rumahnya diketuk dari luar.
Wanita itu pun membuka pintu rumahnya dan terkejut melihat sang anak yg sudah merantau berbulan-bulan berdiri dihadapannya.
Anak itu terlihat sangat kurus dan lemah, rupanya dia kelaparan.
Sang anak menatap ibunya dan berkata,"Ibu, terjadi keajaiban. Ketika aku masih jauh dari sini, aku kelelahan dan pingsan. Aku mungkin akan mati kelaparan, tetapi pada saat itu ada pria bungkuk datang melintas dan memberiku sebuah roti," ungkap sang anak.
Pria bungkuk itu berkata, "Ini yang aku makan setiap hari. Hari ini aku harus memberikannya padamu karena kamu lebih membutuhkannya dari pada aku."
Seketika itu juga wajah sang ibu memucat dan ia bersandar lemas ke tembok.
Dia teringat akan roti beracun yang hampir saja diberikan pada pria bungkuk itu pagi tadi.
Andai saja dia memberikannya, tentu anaknyalah yg akan teracuni.
Akhirnya dia menyadari arti kata yg selalu diucapkan pria bungkuk itu, "Perbuatan burukmu akan tetap bersamamu, Perbuatan baikmu akan kembali kepadamu.". Met malam, selamat beristirahat
Wednesday, December 3, 2014
Breakfast With God 3/12 Edition
Breakfast with God,
Saat ini banyak motivator-motivator selalu memotivasi orang agar sukses, berhasil dan menjadi kaya secara materi, tidak ketinggalan banyak juga motivator Kristiani dan bahkan gereja, yang juga memacu orang untuk menjadi sukses dan ujung-ujungnya menjadi kaya & ditambah lagi ayat-ayat yang guna mendukung, pokoknya ikut Tuhan pasti diberkati, sukses,
Jarang sekali kita diajarkan untuk kaya dalam kasih, motivasi hidup untuk berbagi kepada sesama.
Dalam perspektif Alkitab selalu tegaskan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini dan segala kemampuaan serta keberadaan manusia adalah untuk kemuliaan Allah.
Seseorang tidak bisa disebut sukses/berbahagia jika hanya memiliki kekayaan harta benda sementara mengalami kemiskinan di dalam aspek-aspek lainnya, seperti emosi, mental, perilaku dan juga spiritualnya.
Seorang yang memiliki kekayaan sejati adalah pribadi yang memiliki kekayaan nilai, karakter, iman dan perbuatan yang selaras dengan keberadaan dan pertumbuhan imannya.
Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa harta benda tidaklah abadi.
Berapa banyak orang yang sukses dan bergelimang harta, tetapi tidak memiliki sukacita, bahkan tidak sedikit pula yang hidupnya berakhir dengan tragis.
Matius 6:21
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Tuhan Yesus menjanjikan damai sejahtera, bukan sukses secara dunia atau kaya secara harta benda.
Kesenangan bukan apa yang bisa kita kumpulkan tetapi apa yang bisa kita bagikan, kesenangan bukan tentang berapa banyak yang kita miliki tetapi bagaimana memakainya dalam hidup.
Kesenangan yang sia-sia adalah ketika kita menumpuk untuk diri, bukan untuk membagi dengan orang lain yang membutuhkan.
Paulus mau agar setiap orang percaya mengerjakan segala sesuatu dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, untuk itulah kita harus memiliki motivasi untuk memuliakan Tuhan dalam setiap pelayanan kita, usaha/pekerjaan dan keseharian kita.
Tuhan Yesus memberkati,
(By Joseph lie)
Monday, November 24, 2014
(No Title)
"Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa; janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu." (Efesus 4:26).
Semua orang pasti pernah marah dan dimarahi, karena memang marah adalah hal yang manusiawi. Kita tidak bisa menghindar dari kemarahan walaupun kita adalah orang yang sabar. Sesabar2nya seseorg pst pernah marah.
Pertanyaannya, apakah marah itu dosa? Jawabannya adalah tidak! Karena marah merupakan salah satu emosi manusia bahkan Tuhan menegur& menyuruh kita, untuk memperbaiki kesalahan.
Tuhan Yesus pernah marah, tp kebanyakan kita marah2.
Mengapa banyak orang Kristen jatuh dalam dosa karena marah?
Masalahnya adalah marah itu dapat menyebabkan kita kehilangan kendali, kekudusan dan menjatuhkan orang lain ke dalam dosa (melukai).
Orang Kristen yang marah haruslah memakai hikmat dari Allah sehingga kita tidak berdosa kepada Allah dan orang yang dimarahi tidak kecewa, tetapi menjadi lebih baik.
Saat kita marah, Diamlah sejenak!
Jangan ambil keputusan apapun saat anda marah, krn orang yg sedang dikuasai emosi, tdk akan mengambil keputusan yang benar.
Alkitab menekankan dlm Ef 4:26:
1. TIDAK BERBUAT DOSA & TIDAK LUPA BERDOA.
Kita perlu menyadari bahwa marah itu haruslah memiliki tujuan yang baik dan melakukannya dengan benar.
Walau kita marah kendalikan kata-kata kita, spy tidak memaki & mengutuk. Karena kalau kita melakukannya, maka kita kehilangan kekudusan. Janganlah karena amarah itu, kita lupa berdoa kepada Tuhan.
Krn itulah pentingnya hubungan intim kita dg roh kudus, spy kita ttp ada dlm penguasaan diri.. Bacalah FirmanNya stp hari, spy hidup & hati kita senantiasa dijaga & hidup takut akan Allah..
2. JANGAN SAMPAI MATAHARI TENGGELAM (Ef 4:26).
Artinya jangan sampai berganti hari. Marah tidak boleh dibawa tidur, karena waktu tidur bisa merupakan waktu-waktu berkat dicurahkan tetapi bisa juga merupakan waktu setan bekerja.
3. JANGAN MENYIMPAN DENDAM.
Jangan menyimpan dendam. Belajar mengampuni atau melepaskan pengampunan.
Friday, November 21, 2014
Breakfast with God 3
Breakfast with God,
Berdoa, satu hal yang menjadi bagian dalam kehidupan orang beriman dan kebanyakan isi dari doa adalah meminta sesuatu dari Tuhan, entah itu perlindungan, kesembuhan, kesuksesan, kelulusan, dsb
Dan kita sudah seringkali mendengar dari khotbah-khotbah bahwa jawaban doa itu berbeda-beda, bermacam-macam, tak pernah seragam.
Jawaban Tuhan tidak pernah bisa kita tentukan atau kita duga terlebih dahulu, karena Allah kita itu adalah Allah yang berdaulat, Ia tahu jawaban yang paling benar dan paling tepat, melampaui keterbatasan pengetahuan kita.
IA tahu jawaban yang lebih baik daripada jawaban kita yang terbaik
Namun demikian, betapapun juga, tak pernah IA tidak menjawab, memang adakalanya Allah seperti membisu, tidak peduli, tidak bersedia mendengar, membiarkan yang buruk menimpa orang baik, tetapi
"kebisuan" itu boleh jadi justru adalah jawaban-Nya.
Namun bagaimana kalau Tuhan menjawab doa kita dengan "tidak".
Seperti Yesus, pada waktu di Taman Getsemani, memohon kepada Bapa agar cawan ini boleh lalu, namun Bapa menjawab tidak.
Matius 26:39
Kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.
Paulus juga memohon dalam doanya agar Tuhan mencabut duri dalam dagingnya dan Tuhan menjawab tidak.
Musa juga memohon agar ia diperkenankan menginjakkan kaki ke Tanah Perjanjian, tetapi Tuhan menjawab tidak.
Kalau Tuhan menjawab "tidak", ini tentu berat sekali menerimanya, tetapi sebenarnya, masih dapat diterimalah & ingatlah IA tetap setia menyertaimu.
Sebab, mau apa lagi? Yang penting, Tuhan telah memberi jawaban yang jelas, kita tidak perlu berharap-harap lagi, sebab betapapun berat, kita sudah mendapat kepastian.
Ia mengatakan tidak, karena Ia sedang mempersiapkan "yang lebih baik" buat kita, melatih kita untuk menjadi orang yang lebih tangguh, lebih sabar dan lebih mensyukuri hidup ini.
Tuhan Yesus memberkati
(By Joseph lie)
Thursday, November 13, 2014
Breakfast With God 2
Breakfast with God,
Di mana mana kita lihat orang sukanya menuntut untuk mendapatkan sesuatu yang lebih. Contoh: buruh menuntut upah, para profesional menuntut jabatan, anak menuntut sesuatu dari orang tuanya, suami menuntut isteri untuk tunduk, isteri menuntut suami untuk mengasihi, dan bahkan orang percaya juga sering menuntut janji Tuhan.
Namun yang dilupakan adalah kewajiban, kita seringkali maunya diperhatikan, tetapi tidak jarang melupakan tanggung jawab kita.
Orang masing-masing mencari kepentingannya sendiri dan menurut Paulus, sikap "egoisme" ini bila dibiarkan terus berkembang dan tidak disadari, akan menyebabkan perpecahan baik di keluarga, masyarakat, gereja atau jemaat, bahkan negara.
Di dalam keluarga atau jemaat, bila semua orang dan setiap anggota hanya menuntut agar keinginannya dipenuhi, kepentingannya diakomodir, hanya mau menerima tapi tidak mau memberi, hanya mau diperhatikan tetapi tidak mau memperhatikan, akan muncul bahaya perpecahan.
Setiap orang memang mempunyai kepentingan masing-masing, namun Alkitab mengatakan bahwa memperhatikan kepentingan orang lain jauh lebih penting daripada mencari kepentingan diri sendiri.
Filipi 2:3
Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia, sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.
Di bagian lain Paulus mengatakan: "Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain"
"Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya".
Yesus sudah memberi teladan kepada kita, Dia berkata:
"Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang"
Yesus mengajarkan kepada kita agar kita melayani sesama dengan tulus, bukan untuk mencari keuntungan atau puji-pujian yang sia-sia.
Tuhan Yesus memberkati
(By Joseph lie)
Wednesday, November 12, 2014
Breakfast With God
Yohanes 6:26
Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.
Ayat di atas dilatar belakangi peristiwa ketika Yesus memberi makan 5000 orang, makan gratis, hal ini memberi kesan bahwa ternyata ikut Tuhan tidak lapar, bagi mereka, Kristus adalah sesuatu yang sangat luar biasa, sehingga dalam mencari Yesus, mereka rela meninggalkan aktivitas, keluarga dan pekerjaannya.
Mungkin kita mengatakan bahwa ini kegiaatan keagamaan yang patut dipuji, saat mencari Yesus mereka tampak beragama, tetapi Yesus tidak memuji, karena mereka mencari Tuhan karena masalah ekonomi, masalah perut mereka, yang mereka cari adalah roti yang bisa mengenyangkan perut.
Jaman sekarang ini banyak orang beragama dalam kepalsuan, mereka mencari Tuhan hanya untuk mendapatkan berkat semata, bukan untuk memuji dan menyembah Dia.
Banyak orang dengan berbagai motivasi bisa datang ke gereja, mereka tampak khusyuk berdoa dan sangat taat dan rajin beribadah, namun ironisnya, ujung-ujungnya mereka ingin Yesus memenuhi kebutuhan mereka.
Banyak orang beragama hanya berfokus pada ritual belaka, bukan spiritual.
Secara ritual mereka tidak pernah absen beribadah, secara ritual mereka berpuasa, tetapi secara spiritual mereka kering.
Yesus berkata, "Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia", semua yang dilakukan hanya sebatas menjalankan kewajiban keagamaan, bukan sebagai jawaban atas panggilan Tuhan
Tuhan Yesus memberkati
(By Joseph lie)
Sunday, January 26, 2014
TERUJI DAN BENAR
Bacaan: Galatia 5:22-26 NATS: Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?
(Amsal 20:6) Kita sering kecewa terhadap orang yang tidak setia. Seorang sanak keluarga berjanji akan menulis surat, tetapi bulan-bulan berlalu tanpa ada surat yang diterima. Seorang pendeta berkata bahwa ia akan mengunjungi bila kita sakit, tetapi ia tidak pernah datang ke rumah sakit atau ke rumah kita. Seorang sahabat setuju akan menemani kita dalam kemalangan, tetapi menelepon pun tidak.
Banyak orang berkata akan mendoakan kita, tetapi mereka cepat melupakan kebutuhan kita. Seseorang berjanji akan melakukan suatu tugas penting bagi kita, tetapi tak pernah melakukannya.
Kita bertanya-tanya, “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?” (Amsal 20:6). Kita tidak dapat berbuat banyak terhadap ketidaksetiaan orang lain. Tetapi kita dapat melakukan banyak hal untuk kesetiaan kita terhadap orang lain. Apabila kita berjanji, kita harus menepatinya. Bila kita berkata kepada seseorang bahwa kita akan berdoa baginya, kita perlu menindaklanjuti dan melakukannya.
Apabila kita menyatakan kesetiaan dan kasih kepada orang lain, maka kita dapat melakukan hal-hal kecil yang menunjukkan kepada mereka bahwa kita serius. Rasul Paulus mengatakan bahwa salah satu buah Roh adalah kesetiaan (Galatia 5:22). Allah akan menciptakan di dalam diri kita roh yang teguh jika kita menganggap serius apa yang kita katakan kepada orang lain tentang hal-hal yang akan kita lakukan bagi mereka, dan jika kita menepatinya. Mintalah Allah menjadikan Anda orang yang dapat dipercaya, yakni orang yang teruji dan benar —David Roper
SETIA PADA HAL-HAL KECIL ADALAH perkara YANG BESAR
(Renungan PSM)
Friday, January 24, 2014
HARI YANG BURUK?
Bacaan: Mazmur 118:15-24 NATS: Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! (Mazmur 118:24) Dr. Cliff Arnall, seorang ahli jiwa yang berasal Inggris, telah mengembangkan suatu rumus untuk menentukan hari yang paling buruk dalam setahun. Salah satu faktornya adalah jangka waktu setelah Natal, setelah kemeriahan hari raya yang diikuti oleh tagihan-tagihan kartu kredit. Cuaca musim dingin yang suram, hari-hari yang pendek, dan kegagalan untuk menepati resolusi yang dibuat pada Tahun Baru juga merupakan bagian yang diperhitungkan oleh Dr. Arnall. Tahun lalu, tanggal 24 Januari diberi gelar sebagai "hari yang paling membuat depresi dalam setahun".
Orang-orang kristiani bukanlah orang yang kebal terhadap pengaruh cuaca dan kekecewaan setelah hari libur. Akan tetapi, kita memiliki sebuah sumber daya yang dapat mengubah cara berpikir kita tentang hari tertentu. Mazmur 118 menuliskan sebuah daftar kesulitan termasuk kesusahan pribadi (ayat 5), keresahan nasional (ayat 10), dan disiplin rohani (ayat 18), namun pasal tersebut diikuti dengan pernyataan demikian, "Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!" (ayat 24). Mazmur ini dipenuhi dengan perayaan akan kebaikan dan belas kasihan Allah di tengah masalah dan kesakitan.
Ayat 14 merupakan sebuah seruan kemenangan: "TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku." Bahkan ketika situasi di sekitar kita memasang tanda "Hari Buruk!" di kalender kita, Sang Pencipta memampukan kita untuk bersyukur kepada-Nya atas anugerah hidup dan untuk menerima setiap hari dengan sukacita
SAMBUTLAH SETIAP HARI SEBAGAI SEBUAH ANUGERAH DARI ALLAH
(Renungan PSM)
MELAWAN ARUS
Bacaan: 1 Petrus 4:1-5 NATS: Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu (Roma 12:2)
Dua orang mahasiswa di Moorhead, Minnesota, membuat lukisan mural pada dinding luar ruang asrama mereka. Menurut berita di USA Today, lukisan mereka itu menunjukkan sekelompok ikan yang berenang searah kecuali satu ekor ikan yang menuju ke arah yang berlawanan. Ikan yang satu itu dimaksudkan sebagai simbol kuno untuk Kristus. Pada lukisan itu tertulis “Berjalan melawan arus”. Melihat lukisan itu, pejabat universitas berpendapat bahwa lukisan tersebut dapat menyinggung perasaan orang-orang nonkristiani. Ia lalu memerintahkan para mahasiswa untuk mengecat ulang dinding itu. Di dalam ketaatan kepada Tuan kita, kita pun harus bersedia menentang arus dari masyarakat kita.
Apabila kita mengikuti Yesus, maka tujuan, nilai, dan kebiasaan kita seharusnya berbeda dari orang-orang yang bukan kristiani. Itulah keadaan pada abad pertama ketika para penyembah berhala menjadi bingung dan dianggap salah menurut gaya hidup orang-orang kristiani. Petrus menulis, “Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama- sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu” (1 Petrus 4:4).
Apabila kita berbaris menurut entakan penabuh drum yang berbeda, tentu saja langkah kita tidak akan serempak dengan aspek tertentu dalam masyarakat. Hal ini tentu saja membutuhkan keyakinan, keberanian, dan sopan santun. Tetapi dengan anugerah Allah yang memampukan, kita dapat menjadi berbeda secara efektif
APABILA KITA BERJALAN BERSAMA TUHAN KITA TIDAK AKAN MELANGKAH SEREMPAK DENGAN DUNIA
(Renungan PSM)
