Search

Loading...

Sunday, January 26, 2014

TERUJI DAN BENAR

Bacaan: Galatia 5:22-26 NATS: Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?

(Amsal 20:6) Kita sering kecewa terhadap orang yang tidak setia. Seorang sanak keluarga berjanji akan menulis surat, tetapi bulan-bulan berlalu tanpa ada surat yang diterima. Seorang pendeta berkata bahwa ia akan mengunjungi bila kita sakit, tetapi ia tidak pernah datang ke rumah sakit atau ke rumah kita. Seorang sahabat setuju akan menemani kita dalam kemalangan, tetapi menelepon pun tidak.

Banyak orang berkata akan mendoakan kita, tetapi mereka cepat melupakan kebutuhan kita. Seseorang berjanji akan melakukan suatu tugas penting bagi kita, tetapi tak pernah melakukannya.

Kita bertanya-tanya, “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?” (Amsal 20:6). Kita tidak dapat berbuat banyak terhadap ketidaksetiaan orang lain. Tetapi kita dapat melakukan banyak hal untuk kesetiaan kita terhadap orang lain. Apabila kita berjanji, kita harus menepatinya. Bila kita berkata kepada seseorang bahwa kita akan berdoa baginya, kita perlu menindaklanjuti dan melakukannya.

Apabila kita menyatakan kesetiaan dan kasih kepada orang lain, maka kita dapat melakukan hal-hal kecil yang menunjukkan kepada mereka bahwa kita serius. Rasul Paulus mengatakan bahwa salah satu buah Roh adalah kesetiaan (Galatia 5:22). Allah akan menciptakan di dalam diri kita roh yang teguh jika kita menganggap serius apa yang kita katakan kepada orang lain tentang hal-hal yang akan kita lakukan bagi mereka, dan jika kita menepatinya. Mintalah Allah menjadikan Anda orang yang dapat dipercaya, yakni orang yang teruji dan benar —David Roper

SETIA PADA HAL-HAL KECIL ADALAH perkara YANG BESAR
(Renungan PSM)

Friday, January 24, 2014

HARI YANG BURUK?

Bacaan: Mazmur 118:15-24 NATS: Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! (Mazmur 118:24) Dr. Cliff Arnall, seorang ahli jiwa yang berasal Inggris, telah mengembangkan suatu rumus untuk menentukan hari yang paling buruk dalam setahun. Salah satu faktornya adalah jangka waktu setelah Natal, setelah kemeriahan hari raya yang diikuti oleh tagihan-tagihan kartu kredit. Cuaca musim dingin yang suram, hari-hari yang pendek, dan kegagalan untuk menepati resolusi yang dibuat pada Tahun Baru juga merupakan bagian yang diperhitungkan oleh Dr. Arnall. Tahun lalu, tanggal 24 Januari diberi gelar sebagai "hari yang paling membuat depresi dalam setahun".

Orang-orang kristiani bukanlah orang yang kebal terhadap pengaruh cuaca dan kekecewaan setelah hari libur. Akan tetapi, kita memiliki sebuah sumber daya yang dapat mengubah cara berpikir kita tentang hari tertentu. Mazmur 118 menuliskan sebuah daftar kesulitan termasuk kesusahan pribadi (ayat 5), keresahan nasional (ayat 10), dan disiplin rohani (ayat 18), namun pasal tersebut diikuti dengan pernyataan demikian, "Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!" (ayat 24). Mazmur ini dipenuhi dengan perayaan akan kebaikan dan belas kasihan Allah di tengah masalah dan kesakitan.

Ayat 14 merupakan sebuah seruan kemenangan: "TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku." Bahkan ketika situasi di sekitar kita memasang tanda "Hari Buruk!" di kalender kita, Sang Pencipta memampukan kita untuk bersyukur kepada-Nya atas anugerah hidup dan untuk menerima setiap hari dengan sukacita

SAMBUTLAH SETIAP HARI SEBAGAI SEBUAH ANUGERAH DARI ALLAH
(Renungan PSM)

MELAWAN ARUS

Bacaan: 1 Petrus 4:1-5 NATS: Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu (Roma 12:2)

Dua orang mahasiswa di Moorhead, Minnesota, membuat lukisan mural pada dinding luar ruang asrama mereka. Menurut berita di USA Today, lukisan mereka itu menunjukkan sekelompok ikan yang berenang searah kecuali satu ekor ikan yang menuju ke arah yang berlawanan. Ikan yang satu itu dimaksudkan sebagai simbol kuno untuk Kristus. Pada lukisan itu tertulis “Berjalan melawan arus”. Melihat lukisan itu, pejabat universitas berpendapat bahwa lukisan tersebut dapat menyinggung perasaan orang-orang nonkristiani. Ia lalu memerintahkan para mahasiswa untuk mengecat ulang dinding itu. Di dalam ketaatan kepada Tuan kita, kita pun harus bersedia menentang arus dari masyarakat kita.

Apabila kita mengikuti Yesus, maka tujuan, nilai, dan kebiasaan kita seharusnya berbeda dari orang-orang yang bukan kristiani. Itulah keadaan pada abad pertama ketika para penyembah berhala menjadi bingung dan dianggap salah menurut gaya hidup orang-orang kristiani. Petrus menulis, “Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama- sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu” (1 Petrus 4:4).

Apabila kita berbaris menurut entakan penabuh drum yang berbeda, tentu saja langkah kita tidak akan serempak dengan aspek tertentu dalam masyarakat. Hal ini tentu saja membutuhkan keyakinan, keberanian, dan sopan santun. Tetapi dengan anugerah Allah yang memampukan, kita dapat menjadi berbeda secara efektif

APABILA KITA BERJALAN BERSAMA TUHAN KITA TIDAK AKAN MELANGKAH SEREMPAK DENGAN DUNIA
(Renungan PSM)

Saturday, December 28, 2013